Culture perusahaan "cak*p" tapi mindset masih feodal?

Paham banget kalau industry education / edtech lagi gak mudah belakangan ini. Banyak company lagi tightening budget, shifting strategy, dll.

Tapi yang jadi concern, kalau implementasinya jadi kayak gini:

- Perpanjangan kontrak cuma 3 bulan tanpa kejelasan (gak pernah angkat pegawai tetap akal akalan biar gak bayar pesangon)
- Keputusan HR terasa subjektif (misal: dinilai dari hal-hal kecil kayak telat respon chat, bukan overall kontribusi bertahun-tahun)
- Title besar (Head/Manager) tapi gak punya tim atau resource yang proper

Jadinya bukan cuma soal “industry lagi sulit”, tapi lebih ke arah: apakah ini cara company manage people di masa sulit?

Karena efisiensi itu wajar, tapi kalau arahnya jadi gak konsisten & terasa personal, trust karyawan pasti kena.

jadi bingung ini bukan cuman soal bisnis lagi struggle atau enggak tapi masa iya adaptasi = nurunin standar fairness?

Curious, di company lain (especially edtech), apakah praktik kayak gini juga kejadian?
Anonymous 3 paws •2 scratches •5 comments •about 1 month ago
[OP]

maling [about 1 month ago]

Mungkin memang dianggap angka di nomor karyawan aja lo meng. Tapi sebisa mungkin kalau udah di level yang sama dengan perusahaan-perusahaan ini, atau suatu saat nanti udah punya label dengan level C, jaga kemampuan dan mengendalikan otak supaya gak ada attitude dan mindset dalam berbisnis atau filosofis kayak feodal-feodal serakah belagu yang capitalnya ternyata masih dari pinjaman bank atau so called perusahaan funding.

kucing_botak [about 1 month ago]

Company sekarang banyak yg ingin terlihat "wah" di luar tapi bobrok di dalam. Praktik di atas lebih ke cara bertahan hidup sambil terus mempertahankan makeup tebal supaya tetap terlihat bonafide. Bahkan ada nih yg baru dapet suntikan pendanaan eh layoff pesangon x0.5 dengan alasan rugi. Yg mempekerjakan karyawan dengan benefit freelance tapi aturan seketat PKWTT jg banyak

madefaker [about 1 month ago]

yah kalian cuma number dan row di spreadsheet bro dont take it personally

catceng [about 1 month ago]

Setiap managemen caranya pasti beda-beda ketika lagi masa sulit sih meng, tapi kalau ditanya cara manage people di masa sulit, tinggal liat aja pergerakan top managementnya gmn, apakah tindakannya bisa kita toleransi atau engga, buat ane kalau misalnya tim atau resourcenya ga proper kerjain semaksimal mungkin, tapi liat usaha apa yg top managementnya lakuin, ya kalau cuman ngoceh doang dan stagnan aja, coba dipikir lagi baiknya gmn buat kedepan.

shorthair5915 [about 1 month ago]

Poin 1 & 3 pertanda company nya punya masalah cash, jadi gak berani commit long term contract & alokasi resources. Poin 2 kalau di jam kerja dan terkait kerjaan urgent, wajar apalagi kalau remote yg ga bisa samperin langsung. Ni bukan kendala exclusive edtech aja, tapi edtech apalagi yg kecil" pasti suffering karena susah dapet funding + kompetitor yg besar pun masih belum profitable. Apakah fair? Dunno, tapi kalau situ pernah dimanjakan startup di era funding boom, pasti rasanya tidak fair ya.