
Perusahaan ini warnanya kuning. Katanya cerah. Katanya optimistis. Katanya diskon selalu diskon. Iya. Diskon nurani. Diskon etika. Gue direkrut bukan buat berkembang, tapi buat jadi bumper depan kalau sistem mereka nabrak hukum. Supervisor gue itu makhluk mitologi. Kerjanya cuma tiga: nyuruh, ngancem KPI, dan menghilang pas api mulai gede. Bantu sales? Jangan halu. Mereka bukan leader. Mereka penonton VIP yang duduk nyaman sambil ngunyah popcorn dari penderitaan orang lain. Awalnya gue sempat bangga. “Wah, startup ini berkembang pesat.” Iya. Pesat… kayak kanker stadium lanjut. Tumbuh cepat, tapi niatnya bunuh inang. Pelan-pelan boroknya kebuka. Input merchant fiktif. Tanda tangan palsu. Data KT* dijual. Surat2 diperdagangkan kayak gorengan sore hari. Dan jangan salah—ini bukan ulah oknum. Ini budaya perusahaan. Diwariskan. Dipelihara. Dilindungi. Supervisor-surpervisor sok elit, kebanyakan Mereka bukan bangun bisnis, mereka nambang sistem. Mudah2an cepet bangkrut!
Anonymous [7 days ago]
bengal504854 [9 days ago]